"Hai" Pesan singkat yang kamu kirim untuk memulai percakapan kita dimalam itu.
"Iya, ini raka temannya yolanda ya?" aku membalas pesanmu.
"Iya, ini manda ya? boleh kenal?" kamu membalas tanpa basa-basi.
"boleh, tapi pantun dulu haha :p" aku membalasnya dengan candaan.
blaa.. blaa.. blaa.. Terlalu asiknya percakapan dimalam itu, kita sampai lupa waktu. Dan kamu mengakhiri percakapan kita itu dengan ucapan selamat malam kepadaku.
****
Hari-haripun begitu cepat berlalu, hampir seminggu lebih kita saling kenal. Dan sampai akhirnya kamu melontarkan kata-kata yang sebelumnya tak pernah aku duga. Aku bingung, ragu, dan takut. Awalnya aku hanya menganggapmu hanya sebagai "teman biasa". Karena mana mungkin secepat itu, dan umurmu yang 2 tahun lebih muda dibawah aku. Apa mungkin aku dan kamu bisa menyatu dengan keadaan seperti ini? Apa mungkin aku bisa menyesuaikan diri denganmu? Apa yang kamu rasakan itu hanya sesaat? terlontar beberapa pertanyaan dalam benak ini. Dan aku pun minta waktu seminggu untuk memikirkan semuanya secara matang-matang. Kamu pun dengan setia dan sabar menunggu jawabanku.
Detik di jarum jam itu terus berputar dan bergerak sangat cepat. Tak terasa sudah enam hari, dan besok saatnya aku harus memberi jawaban itu. Selama ini aku memang belum bisa membuka hatiku sepenuhnya untuk orang lain. Namun semenjak kehadiranmu, perhatian-perhatian, lelucon-lelucon yang sering kamu lontarkan. Mengubah semua hari-hariku yang tadinya berwarna hitam kelam yang tak berpenghuni, kini menjadi berwarna putih yang siap dihuni dan diisi oleh cerita baru.
****
"Bagaimana nda? kamu udah bisa menjawabnya sekarang?" Pertanyaan darimu.
"Hmm gimana ya?" jawabku pelan.
"Kamu masih ragu? atau apa kamu memang tak menerima kehadiranku?" Kamu menatapku dengan matamu yang kecil tapi sangat tajam.
"Bukannya gitu" jawabku
"Lalu apa jawabannya? jangan gantungin aku! aku butuh jawaban kamu sekarang!" Jawabmu dengan sangat tegas.
"Hmm.. yauda jalanin aja dulu ya." aku menundukan kepalaku.
"kamu masih ragu? kalau masih ragu ngga usah nda" Jawabmu dengan mengangkat daguku
"Ngga kok, aku serius. Kita jalanin aja dulu. Aku mau kenal lebih dalam lagi tentang kamu. Tolong buktiin semua omongan kamu ya." Jawabku
"Iya, aku akan buktiin ke kamu. tenang aja!" Senyum kecil yang kamu lontarkan untukku.
****
Kamu tahu, menyesuaikan diri denganmu tidak mudah, semudah aku membaca buku. Tapi juga tidak sulit, sesulit aku menyusun kata-kata yang benar-benar bisa menggambarkan secara luas tentang kita. Namun aku tahu kamu bisa dengan caramu membuatku nyaman berada didekatmu. Meskipun sering kali kita berbeda pendapat, beda pandangan, bahkan aku masih belum bisa menemukan kesamaan sikap dan sifat dari kedatanganmu dan sampai menetap disini, dihatiku. Tapi semuanya butuh proses, mungkin dengan seiringnya waktu yang berjalan, kita bisa menyesuaikan diri masing-masing sesuai dengan keadaan yang terjadi.
Kamu sudah masuk kedalam kehidupanku, kamu sudah mengisi semua lembaran hariku yang mulanya kosong dan tadinya akan kubiarkan kosong sampai aku sudah benar-benar siap. Ah, benar. itu dia.. kamu datang diwaktu yang tak pernah aku duga. Saat aku belum siap menerima orang lain lagi. Tapi nyatanya, sampai detik ini kamu pelan-pelan mengubah semuanya. Mengubah yang semulanya hanya aku, mengubah yang semulanya hanya kamu, menjadi "KITA". Kita yang sudah berjalan 2 bulan lebih.
Ini masih bagian awal tulisanku tentangmu, tentang kita. Meski tidak sebaik, serapi, dan sebagus tulisan penulis yang terkenal, tapi kuharap kamu bisa mengerti maksud tulisan ini. Dan semoga aku masih diberi kesempatan untuk menuliskan hal-hal yang lainnya tentangmu di sini. Terimakasih untuk segalanya sampai hari ini. Kamu memang bukan yang pertama ngisi lembaran cerita cintaku, tapi saat ini dan kuharap seterusnya, cuma wajah dan segalanya tentang kamu yang berani-beraninya masuk kedalam benakku tanpa izin. memang tidak sesempurna orang lain, tapi semoga cerita sederhana kita bisa menjadikan segalanya jauh lebih sempurna dari yang terlihat orang. Cukup aku dan kamu yang tahu.


0 komentar:
Posting Komentar